Mengedit Waktu di GRUB
January 22, 2009, 1:25 am
Filed under: Linux Utility, Ubuntu Basic

Di ubuntu default GRUB memberikan waktu yang sangat singkat untuk pilihan os, jika kita menggunakan dual os atau lebih. kita bisa memperlama waktu itu dengan mengedit file grubnya..

# cd /boot/grub
# pico menu.lst

cari timeout dan edit menjadi lama waktu yang kita inginkan (dalam detik)

kita juga bisa menghapus dan menambahkan OS yang ada di grub tersebut.
simpan dan keluar, lalu restart.



Install Ubuntu di HDD Portable
January 22, 2009, 1:17 am
Filed under: Linux Utility

Lumayan, udah punya hdd portable jadi pengen si pinguin bisa dibawa2 kemana2, setingan dan document di sana juga. persis seperti linux on flash. Karena support nya gede, sy memilih ubuntu untuk di install di HDD portable saya.. MAXTOR BASIC 250G
Oke, langsung ja.. sebenarnya ga da yang istimewa sih, hanya pengaturan installasi grub aja.. Smile supaya hardisk internal di komputer ga keganggu cabut aja hddny, here the step : (more…)



Mengembalikan Grub setelah Install Windows (Via Grub Console)
January 22, 2009, 12:21 am
Filed under: Linux Utility

Me-Restore Grub Ubuntu Setelah Instalasi Windows

Berhubung kemaren udah berhasil install Windows XP di notebook, MBR hard disknya ditimpa oleh instalasi Windowsnya. Jadinya, sekarang ketika booting, Grub nya tidak muncul. Setelah mendapatkan informasi yang cukup dari internet, Grub bisa di restore menggunakan Live CD Ubuntu. Berikut ini adalah langkah-langkah yang aku lakukan untuk me-restore Grub:

1. Jalankan terminal window dari Live CD ubuntu
2. Mount partisi root instalasi Ubuntu yang telah terpasang sebelumnya.
// Membuat mount point
$ sudo mkdir /mnt/root

// Mount partisi partisi root ke mount point
$ sudo mount -t ext3 /dev/sda5 /mnt/root

Jika tidak yakin partisi mana yang berisi root, bisa dijalankan perintah berikut untuk menampilkan semua partisi yang ada:

$ sudo fdisk -l

Disk /dev/sda: 120.0 GB, 120034123776 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 14593 cylinders
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes
Disk identifier: 0×8d9aa1ca

Device Boot Start End Blocks Id System
/dev/sda1 1 192 1536000 27 Unknown
Partition 1 does not end on cylinder boundary.
/dev/sda2 * 192 5414 41943040 7 HPFS/NTFS
/dev/sda3 5414 10513 40960000 7 HPFS/NTFS
/dev/sda4 10514 14593 32772600 5 Extended
/dev/sda5 10514 12701 17575078+ 83 Linux
/dev/sda6 12702 13005 2441848+ 82 Linux swap / Solaris
/dev/sda7 13006 14593 12755578+ 83 Linux

3. Mount proc subsystem dan udev ke dalam /mnt/root

$ sudo mount -t proc none /mnt/root/proc

$ sudo mount -o bind /dev /mnt/root/dev

4. Mengubah root ke partisi root instalasi Ubuntu sebelumnya

$ sudo chroot /mnt/root /bin/bash

5. Jalankan grub

$ sudo grub

6. Kemudian akan muncul prompt grub>
Perintah-perintah selanjutnya akan dijalankan dalam prompt grub>

7. Mencari file /goot/grub/stage1

grub> find /boot/grub/stage1

Perintah ini akan mencari file /boot/grub/stage1 dan menampilkan partisi yang berisi file tersebut. Untuk kasus ini keluaran dari perintah diatas adalah:

(hd0,4)

8. Jalankan perintah berikut

grub> root (hd0,4)

untuk mengatur agar partisi tersebut di set sebagai root dan melakukan mounting ke partisi tersebut. Aku juga kurang ngerti perintah ini untuk apa Tongue. Tapi sepertinya sih untuk mengkonfigurasi partisi tersebut untuk bootloadernya.

Parameter di depan perintah root disesuaikan dengan hasil yang didapat dari langkah ke 7.

9. Install grub pada MBR di hard disk pertama:

grub> setup (hd0)

Jika berhasil, output dari perintah tersebut seperti berikut ini :

Checking if “/boot/grub/stage1″ exists… yes
Checking if “/boot/grub/stage2″ exists… yes
Checking if “/boot/grub/e2fs_stage1_5″ exists… yes
Running “embed /boot/grub/e2fs_stage1_5 (hd0)”… 17 sectors are embedded.
succeeded
Running “install /boot/grub/stage1 (hd0) (hd0)1+17 p (hd0,4)/boot/grub/stage2
/boot/grub/menu.lst”… succeeded
Done.

10. Keluar dari grub dengan perintah quit lalu restart.

Any Question??



Setting ulang Graphic di Ubuntu
January 22, 2009, 12:12 am
Filed under: Linux Utility

Mungkin bagi teman-teman pengguna ubuntu pernah mengalami kerusakan pada xorg servernya. Hal ini bisa terjadi karena kegagalan installasi driver, perubahan graphic card, perubahan monitor dll. Hal ini terjadi ketika menginstallkan ubuntu di HDD eksternal, awalnya di install di komputer dengan graphic card NVidia dan monitor 19″, nah semuanya berjalan lancar. akan tetapi yang namanya HDD eksternal adalah untuk dibawa bawa, setelah dicoba boot di komputer lain yang graphic cardnya SIS dan monitor 15″. akibatnya resolusi hasil booting menjadi sangat rendah dan tampilan besar besar. Masalah ini bisa diatasi dengan setting ulang xserver-xorg nya.
(more…)