Bash Scripting 1
January 23, 2009, 11:06 pm
Filed under: Linux Basic, Ubuntu Basic

Bash Scripting di Linux biasanya di gunakan untuk membuat program untuk menjalankan suatu perintah, seperti menghapus file setiap beberapa hari sekali, menampilkan pesan setiap jam 5 pagi dan lain-lain. Berikut perintah-perintah yang biasanya digunakan dalam bash scripting.

#!/bin/bash

Tanda #! pada /bin/bash dalam script tes adalah perintah yang diterjemahkan ke kernel linux untuk mengeksekusi path yang disertakan dalam hal ini program bash pada direktory /bin, sebenarnya tanpa mengikutkan baris tersebut anda tetap dapat mengeksekusi script bash, dengan catatan bash adalah shell aktif. atau dengan mengetikkan bash pada prompt shell.

Clear

Sintaks ini digunakan untuk menghapus semua yang ada dilayar atau dengan kata lain berguna untuk membersihkan layar.

Echo

Statement echo dengan opsi -n akan membuat posisi kursor untuk tidak berpindah ke baris baru karena secara default statement echo akan mengakhiri proses pencetakan ke standar output dengan karakter baris baru (newline), anda boleh mencoba tanpa menggunakan opsi -n, dan lihat perbedaannya. opsi lain yang dapat digunakan adalah -e (enable), memungkinkan penggunaan backslash karakter atau karakter sekuen seperti pada bahasa C atau perl.



Bash Scripting 2
January 23, 2009, 11:02 pm
Filed under: Linux Basic, Ubuntu Basic

Buatlah program apabila di pilih salah satu nomor yang ada akan menampilkan perintahnya, apabila ingin keluar tekan q.

Berikut perintahnya:

  1. Tampilkan daftar file yang ada pada direktori aktif
  2. pindah direktory
  3. copy file

Berikut yg harus di tulis di file .sh :

#!/bin/bash

keluar = “q”

while [ “ $keluar != “q” ]

do

clear

echo “Selamat datang di programku”

echo “Berikut pilihan yang ada: “;

echo “1.Tampilkan daftar file di direktori aktif”

echo “2.Pindha direktori”

echo “3.Copy file”

read –p “Silakan pilih sesuai keinginan antar 1-3: “ pil ;

if [ $pil –eq 1 ]

then ls

elif [ $pil –eq 2 ]

then

echo –n “Masukkan nama direktori: “ ;

read nama;

echo –n ; cd $nama

echo –n ; pwd

elif [$pil –eq 3 ]

then

read –p “Masukkan nama file: “ file;

read –p”Masukkan direktori tujuan: “ tujuan;

echo –n ; cp $file $tujuan

else

echo –n “pilihan salah!”

fi

echo “”;

echo –n “Jika ingin keluar silakan tekan q: “ ; read keluar

done

save file .sh ini. Untuk melihat apakah program ini bekerja jalankan perintah berikut:

# bash 5207100075.sh [enter]
Have fun:)



Contoh Crontab
January 23, 2009, 10:47 pm
Filed under: Linux Basic, Ubuntu Basic

Contoh 1:
Saya login menggunakan user root lalu akan melakukan reboot system saya setiap jam 4 pagi

Caranya :
Masuk ke root

# sudo su [enter]

# password : **** [enter]

# crontab -e

Maka akan membuka text editor vi lalu isikan :

0 4 * * * /sbin/reboot

simpan dan keluar dengan menekan :wq,

angka 4 : menunjukkan bahwa setiap jam 4 pagi akan muncul perintah yang akan dieksekusi.

/sbin/reboot : mengeksekusi perintah reboot yang ada pada direktori /sbin/reboot

Maka secara otomatis penjadwalan tersebut akan berjalan dan akan mengeksikusi perintah sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Contoh 2 :

30 05 * * * root rm /var/log/httpd/*

penjelasan:
jadi, setiap hari, pukul 05:30 pagi, perintah “rm /var/log/httpd/*” akan dieksekusi, yang berarti akan menghapus semua file dalam folder /var/log/httpd/.

Contoh 3 :

01 05 01 * * root /bin/sh /etc/script.sh

penjelasan:

Pada pukul 05:01 setiap tanggal 1, setiap bulannya, akan dieksekusi kumpulan perintah pada file “/etc/script.sh” (yang berupa file shell/bash script).



Tentang Crontab
January 23, 2009, 10:35 pm
Filed under: Linux Basic, Ubuntu Basic

Di system operasi linux terdapat sebuah fasilitas yang digunakan untuk penjadwalan. Fasilitas ini sering disebut crontab atau cron. Secara umum, cron disimpan pada sebuah file yang letak dan namanya berbeda pada setiap distronya. Di Fedora, ada di /etc/crontab, sedangkan di OpenBSD (dan distribusi BSD umumnya) terletak di /var/cron/tabs/root.

Fungsinya adalah sama saja, yaitu untuk mencatat perintah (bisa berupa command line langsung maupun command yang sudah tersusun dalam sebuah file bash/shell/perl script) serta waktu (timing) kapan perintah tersebut akan dieksekusi.

Cron hanya dapat diperintahkan/diprogram melalui Bourne shell (Bash shell). Segala perintah yang tak dikenal oleh Bash tak akan jalan. Jadi gunakan program dengan perintah Bash shell murni agar dapat dieksekusi oleh Cron.

Sedangkan Crontab menunjukkan tabel waktu yang kapan Cron dijalankan. Crontab sendiri berarti Cron table atau tabel waktu untuk Cron. Untuk menjadwal kapan sebuah program dieksekusi, crontab inilah yang kita utak-utik.

Penulisan file cron ini pun sedikit berbeda pada setiap distro, namun secara garis besarnya sama.

Untuk menjalankan diperlukan beberapa command yang penting.

Command-command cron
crontab -e Untuk edit file crontab, atau membuatnya jika belum ada.
crontab -l Menampilkan isi dari file crontab
crontab -r Menghapus file crontab
crontab -v Menampilkan kapan terakhir kalinya kamu mengedit file crontab tersebut

Bentuk umunya adalah sebagai berikut:

* * * * * * *

Penjelasan :
Baris 1 itu menandakan Menit dimana formatnya 0-59
Baris 2 itu menandakan Jam dimana formatnya 0-23 (0 = dini hari)
Baris 3 itu menandakan Hari dimana formatnya 1-31
Baris 4 itu menandakan Bulan dimana formatnya 1-12
Baris 5 itu menandakan Mingguan dimana formatnya 0-6 (0 = Minggu)
Baris 6 itu menandakan User yang menjalankan Crontab ( Optional )
Baris 7 itu menandakan Command Yang akan di Eksekusi

Menit – Jam –Tgl —Bulan —————Mingguan —–Perintah
(0-59) (0-23) (1-31) (1-12 or Jan-Dec) (0-6 or Sun-Sat) xxxxx

Antara Menit, Jam, Tgl, Bulan, dst harus dipisah dengan spasi. Jarak spasi bebas, tidak harus satu atau dua spasi. Dapat juga dipisahkan dengan Tab.



Mengedit Waktu di GRUB
January 22, 2009, 1:25 am
Filed under: Linux Utility, Ubuntu Basic

Di ubuntu default GRUB memberikan waktu yang sangat singkat untuk pilihan os, jika kita menggunakan dual os atau lebih. kita bisa memperlama waktu itu dengan mengedit file grubnya..

# cd /boot/grub
# pico menu.lst

cari timeout dan edit menjadi lama waktu yang kita inginkan (dalam detik)

kita juga bisa menghapus dan menambahkan OS yang ada di grub tersebut.
simpan dan keluar, lalu restart.



Mengcustomize Ubuntu Usplash
January 22, 2009, 12:31 am
Filed under: Ubuntu Basic

Untuk keperluan ini, anda membutuhkan sebuah file image dengan tipe png, mode 256 color indexed. Saya sendiri membuat file image dengan ukuran 800×600.

Silahkan anda membuat sendiri menggunakan The Gimp. Jika anda ingin tahu bagaimana saya membuatnya, ikuti langkah-langkah membuat usplash di bagian akhir tutorial ini.

Langkah-langkah
1. Download file throbber dan konfigurasi theme usplash (ada di download area). Ekstrak ke folder usplash.

# mkdir usplash
# unzip throbber.zip usplash/

2. Kopikan file usplash.png anda

# cp -f usplash.png usplash/

3. Meng-generate .c source

# cd usplash/
# pngtousplash usplash.png > usplash.c
# pngtousplash throbber_back.png > throbber_back.c
# pngtousplash throbber_fore.png > throbber_fore.c

4. Meng-compile .c menjadi file object .o

# gcc -g -Wall -fPIC -o usplash.o -c usplash.c
# gcc -g -Wall -fPIC -o throbber_back.o -c throbber_back.c
# gcc -g -Wall -fPIC -o throbber_fore.o -c throbber_fore.c
# gcc -g -Wall -fPIC -o usplash-theme.o -c usplash-theme.c

5. Meng-compile semua file object menjadi shared library

# gcc -g -Wall -fPIC -shared -o usplash.so *.o

6. Kopi file usplah-default ke

# root-live/usr/lib/usplash/usplash-artwork.so
# initrd/usr/lib/usplash/usplash-artwork.so

Jangan lupa mengeset nilai resolusi usplash di usplash.conf, baik di /etc/usplash.conf maupun di initrd.

Selamat Mencoba:)



Membuat ISO dari CDROM
January 22, 2009, 12:07 am
Filed under: Linux Basic, Ubuntu Basic

Pernah kita mengalami beberapa dari koleksi CD kita tiba-tiba tidak bisa di baca lagi, disebabkan tergores dengan parahnya dan menjadi rusak. CD tersebut bisa CD apa saja, baik program, aplikasi, maupun musik.

Untuk membackup isi dari CD kita tersebut bisa kita lakukan dengan menyalin seluruh isi CD ke sebuah folder yang ada di system kita. Tapi cara ini tidak effektif, karena dengan cara ini kita memiliki banyak sekali file dari cuman satu CD belum lagi CD-CD yang bootable gak bakalan jalan pada saat ini kembali mem-burn isinya ke sebuah CD kosong.

Untuk melakukan backup seperti yang disebutkan diatas tadi bisa kita buat sebuah file image ataupun file *.iso dari CD tersebut. Untuk membuat file image di Windows banyak sekali program bantu yang di gunakan. Bisa pake program MakeISO, Nero, dan banyak program lainnya. Dan semua itu gak bisa kita dapatkan dengan gratis, kecuali membajak…. -D

(more…)



Bikin Ubuntu Live USB yuk!
January 21, 2009, 11:45 pm
Filed under: Ubuntu Basic

Karena Intrepid Ibex (Ubuntu 8.10) udah keluar, aku jadi penasaran apa sih kelebihannya. Tapi waktu mau install ke laptopku, tersadar lagi klo hardisk laptop ku pas-pasan:)  terpaksa deh lewat usb, aku buat ubuntu live usb pake flashdis Kingston yang berkapasitas 2GB. Sebenarnya banyak cara untuk buat ubuntu live usb ini, bahkan ada yang sudah membuatkan program live usb installer di http://launchpad.net/liveusb tapi kali ini aku nulis tutorial yang caranya beda dengan itu karena tinggal install packagenya+dependencies trus tinggal klik-klik-and-klik. Kalo yang ini pake script dan pake console . Here the step :

Bahan-Bahan:
1. Pastikan flashdisk kosong dan sudah terformat dengan format FAT32 (minimal 2GB biar aman)
2. Download Script installasi ke usb  di bawah:
$ wget http://www.startx.ro/sugar/isotostick.sh
3. Ubah permission file nya supaya bisa di eksekusi (executable)
$ chmod u+x isotostick.sh

Cara Pembuatan:
1. Siapkan file *.iso ubuntu (aku pake intrepid) di desktop atau di mana aja asal inget
2. Unmount flashdisk (tapi jangan dicabut dulu)
3. Jalankan script yang tadi di download:
./isotostick.sh /directory_file_iso /dev/sdb1 (sesuaikan dengan device anda)
4. Tunggu sampai muncul tulisan “USB stick set up as live image!”
5. Selesai.

Kita tinggal boot dari flashdisk..
Gampang kan?
Have fun yo:)



Perintah Dasar Linux
January 15, 2009, 4:17 am
Filed under: Linux Basic, Ubuntu Basic

Ada berbagai macam perintah dasar di Linux pada console nya. Adalah sebagai berikut:
1. Perintah untuk Mencari bantuan
# [perintah yang akan dicari] -help atau
# man [perintah yang akan dicari]
Ex:
# rm -help /*yang berarti akan mencari bantuan tentang remove*/

2. Manajemen File
a. Menghapus File
# rm [nama file] /*jangan lupa beri direktorinya*/
# rm /home/ari/laskar.txt /*hapus file laskar.txt*/
Bila ingin mengahapus semua isi dalam folder:
# rm -R [direktori]/[nama folder]/
# rm -R /home/ari/foto/
b. Menyalin File
# cp [nama file] [direktori tujuan] /*ada spasinya*/
c. Memindahkan File(Cut)
# mv [nama file] [direktori tujuan]

3. Manajemen Partisi
Gunakan perintah berikut:
# fdisk [option] [device name]
Option:
a. -l /*list, menampilkan semua partisi yang ada*/
b. -s /*menampilkan ukura partisi*/
Ex:
fdisk /dev/sda1 /*Membuat partisi di sda1(kalo di Windows seperti local disk:C)

4. Owner dan Hak Akses
a. chmod
Digunakan untuk menambah dan mengurangi ijin pemakai untuk mengakses file atau direktori. Anda dapat menggunakan sistem numeric coding atau sistem letter coding. Ada tiga jenis permission/perijinan yang dapat dirubah yaitu:
1. r untuk read,
2. w untuk write, dan
3. x untuk execute.
Ex:
Misalnya untuk memberikan ijin baca dan eksekusi file coba1 kepada owner dan group, perintahnya adalah:
$ chmod ug+rx coba1
Untuk mencabut ijin-ijin tersebut:
$ chmod ug-rx coba1
Dengan menggunakan sitem numeric coding, permission untuk user, group dan other ditentukan dengan menggunakan kombinasi angka-angka, 4, 2 dan 1 dimana 4 (read), 2 (write) dan 1 (execute).

b. chmod untuk User
Misalnya untuk memberikan ijin baca(4), tulis(2) dan eksekusi(1) file coba2 kepada owner, perintahnya adalah:
$ chmod 700 coba2
Contoh lain, untuk memberi ijin baca(4) dan tulis(2) file coba3 kepada user, baca(4) saja kepada group dan other, perintahnya adalah:
$ chmod 644 coba3

5. Manajemen User dan Group
a. Menambah user
# adduser [nama user]
Ikuti perintah selanjutnya untuk mendapatkan proses registrasi
b. Menghapus User
# userdel [nama user]
c. Menambah group
# groupadd [nama group]
d. Melihat daftar user yang ada di group
# groups [nama group]

6. Informasi Sistem Proses
a. ps (kLo di windows sspt Task Manager)
# ps [enter]
b. Melihat semua proses yang berjalan
# ps ax
c. Melihat Environment variable
# env

7. Mengedit Text
a. Menggunakan gedit
# gedit [nama file]
Ex:
# gedit /boot/grub/menu.lst
b. Menggunakan nano
# nano [nama file]
Ex:
# nano /boot/grub/menu.lst
c. Menggunakan vi
# vi [nama file]
Ex:
# vi /boot/grub/menu.lst

Untuk Lebih jelasnya silakan pelajari dengan menggunakan bantuan perintah man. Berikut saya sertakan file man yang bisa dijadikan bahan acuan:
Klik disini



Struktur Direktori Linux
January 15, 2009, 4:16 am
Filed under: Linux Basic, Ubuntu Basic

Salah satu hal yang membingungkan bagi pemula yang menggunakan Linux adalah struktur direktori. Kalau di Windows XP seperti C:\Windows\system32

Jadi struktur direktori dalam Linux digunakan untuk tempat penyimpanan yang berhubungan dengan system di Linux.

Berikut sedikit penjelasan struktur direktori yang ada di Linux:

  1. /(Back slash)

Direktori root. Satu-satunya direktori utama di Linux. Semua berawal dari sini. Ketika anda mengetikkan ‘/home’ berarti anda mulai dari direktori root dan ke direktori home

  1. /root

Direktori ini adalah direktori milik user root. User root adalah penguasa system operasi linux anda. Root dapat melakukan apa saja, termasuk menghapus seluruh file system. Hati-hatilah menggunakan root.

  1. /bin (more…)



Perbedaan Boot Manager, GRUB, dan LILO
January 15, 2009, 4:12 am
Filed under: Linux Basic, Ubuntu Basic

Di Linux terdapat 3 istilah yang sama dalam melakukan load OS.  Istilah-istilah itu adalah boot manager, grub, dan lilo. Berikut perbedaan masing-masing istilah.

Boot Manager

Boot manager adalah suatu aplikasi yang menjadi bawaan dari semua jenis Linux untuk mengatur proses booting agar dapat digunakan untuk multiple boot. Sebagai contoh Kita telah meng-install Windows XP dan ingin meng-install Linux Ubuntu maka secara otomatis bila Linux telah terinstall di hardisk maka Linux akan membuat pilihan booting untuk multiple boot.

GRUB

Pada proses booting, program yang dijalankan pertama kali setelah BIOS selesai adalah GRUB (bila telah meng-install Linux). GRUB singkatan dari GRand Unified Bootloader, yaitu program kecil yang menampilkan pilihan sistem operasi pada saat proses booting sehingga nantinya dapat melakukan multiple boot. GRUB sangat berguna apabila kita menginstall lebih dari satu sistem operasi pada satu komputer, misalnya Microsoft Windows XP dan Linux Ubuntu. Istilah kerennya adalah dual booting. Biasanya default sistem operasi pada menu GRUB adalah Linux Ubuntu. Istilah “default” disini artinya adalah sistem operasi yang akan dijalankan secara otomatis apabila kita tidak memilih sistem operasi lain pada daftar menu GRUB. GRUB dapat di konfigurasi sesuai keinginan. Namun apabila salah dalam pengeditan maka saat booting GRUB tidak akan dapat masuk ke system operasi yang tersedia. Letak konfigurasi GRUB adalah /boot/grub/menu.lst

(more…)



Release Ubuntu
January 15, 2009, 3:56 am
Filed under: Ubuntu Basic

Ubuntu adalah salah satu versi dari Linux. Ubuntu menurut bahasa Afrika adalah “Ketentraman Umat Manusia”. Ubuntu merupakan system operasi dengan open source Linux based yang di mulai dengan meluasnya Debian dan dilakukan pembaruan (release) setiap enam bulan sekali. Ubuntu focus pada user sehingga dapat dengan mudah di pergunakan walaupun ada juga untuk server. Kelompok Ubuntu me-release setiap enam bulan termasuk kernel, X, GNOME dan aplikasi lainnya. Selain itu juga di support dengan security update selama 18 bulan. Ubuntu adalah free software dimana dapat kita lakukan perubahan. Team Ubuntu yakin bahwa free software dapat mengganti software atau system operasi yang menggunakan lisensi. Ubuntu sangat mudah dan cepat dalam instalasinya yang juga di sediakan atau dapat dilakukan melalui Live CD Ubuntu. Penginstalasian Ubuntu hanya memakan waktu sekitar 25 menit. Jika kita telah selesai menginstall Ubuntu maka kita dapat langsung menggunakannya. Disana juga disediakan untuk business prudtivity application, internet application, drawing and graphic application, and games.

Perjalanan ubuntu untuk sampai ke release terakhir feisty fewn sangat tidak terduga dan bisa dihitung distro ini merupakan distro yang muda tapi cuman membutuhkan waktu 3 tahun distro ini mampu menarik simpati banyak orang, seperti pada release terakhirnya ini sepertinya semua orang didunia ini mengalami kegembiraan yang luar biasa terutama ubuntu’ers, dengan munculnya feisty maka sepertinya setiap orang bergembira dengan mengadakan Feisty Release Party (FRP) yaitu pesta menyambut releasenya feisty.

Relase ubuntu pertama diawali pada bulan Oktober 2004 dengan release pertamanya 4.10 Warty Warthog yang muncul dengan logo babi hutan selain itu ubuntu seri pertama ini diberi nomer kode 4.10 karena mulainya di tahun 2004 oleh karena itu, releasenya diberi tanda 4 dan oktober mewakili tanda 10 jadilah akhirnya diberi nomer 4.10 . Ubuntu ini hadir dengan mengusung linux kernel 2.6.7 dan GNOME 2.8

Release ubuntu kedua, 5.04 Hoary Hedgehog, Sesuai dengan janjinya maka 6 bulan kemudian tepatnya bulan april 2005 keluarlah “Kubuntu”, jadi ubuntu dengan desktop KDE mulai hadir di release kedua ini dengan menghadirkan KDE 3.4 dan ubuntu sendiri masih dengan GNOME 2.10 dan linux kernel 2.6.10, lagi-lagi ubuntu mengambil binatang sebagai logo seri kedua ini seperti kita ketahui
Hedgehog seperti sonic the hedgehog yaitu semacam landak.

(more…)